• img

    Post with Images and Headers

    Suspendisse vel lorem nec mi posuere porttitor. Sed aliquam felis sed orci fermentum nec interdum magna ultricies. Aenean convallis arcu quis ante pulvinar et feugiat nisi ullamcorper...
  • img

    Aliquam eros leo, interdum

    Aliquam eros leo, interdum blandit sollicitudin ut, porttitor non ante. Quisque tellus urna, aliquet ut fermentum ullamcorper, rutrum sit amet sapien. In orci massa, placerat id convallis non, ...
  • img

    Cumma Sociss Natuqoe Ie

    Mauris eu neque felis, ac feugiat enim. Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Praesent accumsan erat sit amet metus aliquam dapibus et ...
  • img

    Set Justoo Adio

    Sed justo odio, malesuada ut tincidunt tincidunt, sollicitudin vel dolor. Nulla malesuada bibendum sagittis. Nunc metus metus, posuere eu egestas at, consequat sed leo. Sed eget nunc at ...
  • img

    Suspendiesse Sodales

    Suspendisse sodales magna quis nisi consectetur convallis semper in odio. Nullam id metus est. Vestibulum quis tellus metus. Nam elementum, turpis a dignissim lobortis, est sem molestie sem, ...
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Puisi Cinta karya andana manu

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Sabtu, 06 Oktober 2012 , in ,
sebuah puisi karya tman gw namanya andana manu dengerin semuanya
Cintaku Bagaikan Pundak Merindukan Rembulan
Seakan mataku tertutup
aku harap cinta ini dapat kau sambut
namun cinta tak terpaut
pada rindu yang merenggut
Bunga hati tak terpatri
gugur bunga di taman hati
melihat orang yang kusayangi pergi
meninggalkanku sendiri
ku taktau isi hatiku
dan kau tak akan pernah tau
aku ingin bersanding bersamamu
namun aku tak mau memaksa kehendakmu
wajah cantik berkilauan
itu yang kau pancarkan
aku ingin memilikimu yang menawan
namun tak pernah ke sampaian
aku sangat mencintai
dan kan ku simpan sampai mati
namun aku senang dapat mencium pipimu ini walau hanya sekedar mimpi
Ini orang yang menciptakan puisi indah tersebut

jenis-jenis kentut dan tips kentut yang aman

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Rabu, 20 Juni 2012 , in
apa anda tiap hari kentut,kentut itu sehat, kentut itu seni, kentut itu nada, kentut itu kidung mesra %$#@^&* (????? menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Prof. Dr Bugil Gila, MSc, pada sebuah penelitian yang diikuti oleh 1000 responden dari berbagai etnis, suku, agama, ras dan politik bahwasannya dewasa ini kentut dapat digolongkan menurut irama dan jenis birama, serta aromanya. Selain itu juga, kentut dipengaruhi oleh tingkat strees seseorang begitu juga dipengaruhi oleh jenis makananya. berikut ini jenis-jenis kentut : 1). kentut tidak bersuara tapi bau= adalah orang misterius. 2) kentut dng bunyi terputus-putus= adalah orang yang pelit 3) kentut dengan suara melengking= adalah orang yang berhati-hati dalam berbicara 4) kentut bersuara bas (brooooot)=adalah kentut orang yang gak peduli/cuek 5) kentut yang mendesis= adalah orang yang alon-alon asal kelakon masss 6) kentut seperti suara tembakan (pret..tet…tet)= adalah orang yang optimis 7) kentut dengan permisi (mohon maaf ibu/bapak saya mau kentut)= adalah orang yang sopan kentut dengan kambing hitam= adalah orang yang selalu melempar kesalahan pada orang lain, padahal dia sendiri yang kentut 9) kentut yang dermawan= adalah orang yang bengkibas-kibaskan celana/rok setelah kentut teknik kentut yang sopan dan selamat?????ketika kita berada dalam segerombol orang, dan tiba-tiba kentut ingin bersiul kita membutuhkan teknik tinggi supaya tidak ketahuan : 1) jika anda duduk di kursi silangkan kaki anda, niscaya kentut akan keluar perlahan dan smooth 2) jika anda duduk, pura-pura anda menerima telpon dan pergi dari kerumunan orang 3) jika anda di dalam meeting, acungkan jari dan mulailah berbicara tentang materi pertemuan sambil kentut, pasti orang tidak curiga bahwa anda yang kentut SILAHKAN MENCOBA , he..he..he
Tahun Depan Soal UN Ada 20 Jenis Besar Kecil Normal TEMPO.CO, Yogyakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengeluarkan kebijakan baru dengan membuat 20 jenis soal ujian nasional untuk mencegah kasus menyontek pada siswa. “Tahun depan tidak cuma lima jenis soal, tapi 20 jenis soal, sehingga satu kelas makin susah menyontek karena tak ada soal yang sama,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh seusai menghadiri pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Yogyakarta, Jumat petang, 25 Mei 2012. Nuh mengatakan, meski secara hasil ujian nasional kali ini sudah ada peningkatan secara kelulusan dan kejadian menyontek di kelas relatif rendah, pihaknya menilai, untuk meningkatkan proses kejujuran siswa dalam pengerjaan, perlu dilakukan pembenahan. “Sudah menurun menyonteknya, tapi perlu ditingkatkan lagi agar semakin berkurang lagi menyonteknya,” kata dia. Sementara pengamat pendidikan dan kebudayaan UGM, Prof Djoko Suryo, mengatakan kebijakan tersebut bakal turut mengubah stigma yang melekat selama puluhan tahun di dunia pendidikan Indonesia. “Sisi positifnya, sekolah akan kehilangan bangunan stereotip tentang mata pelajaran dan guru primadona, yang selama ini hanya dikuasai mata pelajaran tertentu yang sifatnya intellectual oriented,” kata Djoko kepada Tempo. Pasalnya, dengan variasi soal yang semakin banyak itu, akan mendorong sekolah, guru, siswa, hingga orang tua untuk memberi porsi sama dalam menyikapi sebuah mata pelajaran. “Mereka benar-benar diminta memperhatikan semua mata pelajaran. Tak ada lagi mana yang perlu diprimadonakan, diprioritaskan, seperti non-eksak yang selama ini pelajaran dan gurunya seperti tak mendapat tempat,” kata dia. Selain itu, dengan semakin banyak variasi ini, akan semakin meredam calo dan penjual bocoran soal yang masih banyak berkeliaran. Meski demikian, dengan adanya jumlah peningkatan jenis soal dari lima yang langsung menjadi 20 itu, Djoko menilai perlu kajian tersendiri agar tidak sampai menjadi beban negatif aspek lainnya. Dengan soal lebih banyak, otomatis pemerintah harus memperbaiki kinerja panitia pembuat soalnya, mengingat selama ini masih banyak soal yang salah ketika telah dibagikan di lapangan. “Dan tentu, kalau langsung 20 jenis, harus tambah jumlah tenaga pembuat dan ahli. Jadi tambah biaya lebih besar,” kata dia.

KATA-KATA ROMANTIS ATAU ROMANTIC EXPRESSION

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Minggu, 13 Mei 2012 , in
THE DAY YOU KNOW I LOVED YOU
SUATU HARI NANTI KETIKA KAMU TAU AKU MENCINTAIMU
IDON’T WANNA LET YOU DOWN
AKU TAK INGIN MENGECEWAKANMU
I GONNA MISS YOU WHEREVER YOU LIFE
AKU AKAN MERINDUKAN MU DI MANAPUN QMU BERADA
IDON’T HAVE ANY HEARTH TO SAY GOOD BYE
AKU TAK ADA NIAT MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL
WHAT EVER WILL BE WIIL BE
YANG TERJADI BIARLAH TERJADI
LET’S GONE BE BY GONE
YANG LALU BIARLAH BERLALU
REAP WHAT YOU SHOW
RASAIN LHO!
WHAT JU’ LOOK AT ME
NGAPAIN LIAT-LIAT
I AM IN LOVE AT FIRST SIGHT
AKU JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA
I FEEL IF IM NOT TO LIVE ANYMORE WITHOUT YOU
AKU MERASA SEAKAN-AKAN TAK LAYAK LAGI HIDUP TANPAMU
YOU’RE THE ONLY GIRL WHO COMES EARLY IN MY HEARTH
KAULAH SATU-SATUNYA GADIS YANG PERTAMA KALI YANG MASUK DALAM HATIKU
IM GOING TO MISS YOU WHEN YOURE GONE
AKU KEHILANGAN MU KETIKA KAU TIADA
BUT YOUR HEARTH IS GONE BY THE WAY
NAMUN HATIMU PERGI ENTAH KEMANA
YOU ARE ALL THAT I NEED
KAULAH SEGALANYA BAGIKU
YOURE THE MOST BEAUTIFUL GIRL IN CREATION I DREAM
KAULAH GADIS CENTIK YANG AKU IMPIKAN
I MUST BE FAITHFUL TO THE LAST
AKU AKAN SETIA SAMPAI AKHIR HIDUPKU
MY HEARTH WILL GO ON
HATIKU TAK KAN PERNAH BERUBAH
I ACCEPT YOUR ADORATION FROM THE BOTTOM OF MY HEARTH
AKU TERIMA CINTA SEJATIMU DARI LUBUK HATIKU YANG PALING DALAM
HONEY,ACCEPT ME FOR WHAT ITS WORTH
KASIH, TERIMALAH AKU APA ADANYA
AN AURA OF YOUR HONESTY SURROUNDED IN YOUR EYES
PANCARAN SINAR KEJUJURANMU TERCEMIN DARI SINAR MATAMU

Hanya ingin kau tahu akustik

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Senin, 09 April 2012 , in
http://www.facebook.com/ajax/flash/expand_inline.php?v=311632195572606&target_div=ue6gva_98&playertype=permalink&max_width=403&max_height=403&context=timelineSingle

Asal usul Kristen

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Sabtu, 03 Maret 2012 , in ,
Tradisi studi perbandingan agama yang dilakukan oleh Muslim bukan hal yang baru, tapi sudah terjadi semenjak masa para sahabat Nabi saw. Ulama-ulama terkenal yang antara lain Sharastani, Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim az-Zaujiyah, Rahmatulah Keranwi al-Hindi dan masih banyak yang lain mendalami hal ini. Dan studi ini akan terus dilakukan selama masih ada konfrontasi antara Muslim dan Missionaris Kristen. Kehidupan manusia berjalin berkelindan dengan agama, faktor inilah yang membangun sejarah umat manusia. Begitu juga tentang kekristenan.

Kristen tidak berdiri pada fondasi wahyu Illahi, sehingga inilah yang menyebabkan pemikiran bahwa sejatinya Kristen bukanlah agama, tapi sebuah institusi / lembaga. Bagaimana Kristen yang kemudian dijadikan sebagai agama dan bagaimana posisinya dalam sejarah ? Untuk membahas ini kita mulai dari masa sebelum Yesus lahir, terutama tentang kondisi keyakinan / teologi masyarakat yang berlaku pada masa itu.

Dilihat dari sisi sosiologi, Palestina (tempat lahir Yesus) pada waktu itu dikepung oleh empat kebudayaan besar di dunia. Di sebelah utara adalah kebudayaan Yunani, negeri yang melahirkan banyak filosof seperti Plato dan Aristoteles. Di sebelah selatan adalah Arab Peninsula, yang mempunyai kepercayaan Zoroastrianisme dan Mithraisme. Sebelah timur terdapat kepercayaan Dewa Adonisia dan Tamus dan sebelah barat diwarnai oleh penyembahan pada Dewa Isis Mesir dan dewa-dewa lain yang banyak jumlahnya.

Posisi Palestina adalah terletak di titik sentral pertemuan dan konvergensi kebudayaan-kebudayaan kuno. Sedangkan Palestina yang dihuni oleh bangsa Israel merupakan wilayah unik yang memiliki adat dan tradisi tersendiri di tengah kebudayaan-kebudayaan kuno tersebut. Ini disebabkan karena beberapa nabi yang dikirim Allah SWT dari waktu ke waktu untuk membimbing 'umat pilihan-Nya?

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (Qs. Al-Baqarah : 47)

Sejarah mengatakan, sebelum masehi yakni masa sebelum Yesus (nabi Isa as) lahir, telah terjadi perpaduan macam-macam kepercayaan. (Edward Carpenter, Pagan and Christian Creeds, hal.21). Bangsa Yahudi meyakini Monoteisme (bahwa Tuhan adalah Esa, Sang Pencipta seluruh alam semesta) sedangkan ajaran Plato berusaha menafsirkan Tuhan dalam istilah manusia atau dengan kata lain, mempersonifikasikan Tuhan dan kekuasaannya.

Peradaban Yunani merambah kehidupan Yahudi. Proses ini menimbulkan beragam reaksi di kalangan ulama dan pemikir Yahudi yang pada akhirnya memecah mereka menjadi beberapa golongan; Farisi, Saduki, Esenes dan sekte-sekte lain. Dan bahasa Yunani juga diadopsi dalam doktrin-doktrin Yahudi. Apa yang disebarkan oleh Yesus (nabi Isa as) adalah benar serta merupakan bentuk murni dari ajaran agama Yahudi. Dan kaum yang mengikuti Yesus (nabi Isa as) ini disebut sebagai Nasrani.

Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa. (Qs. Al-Maaidah : 46)

Matius 5 5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Lalu Kristen atau lebih tepatnya Cross-Tianity, bukanlah refleksi jalan bahkan bukan gambaran dari agama Yesus. Sehingga perlu ditegaskan disini bahwa Al-Quran sebagai petunjuk Allah SWT tidak pernah menyebut ?Kristen?, ini berarti eksistensi Kristen sebagai agama tidak diakui dalam Al-Quran. Yang ada adalah sebutan ?Nasrani?. Sehingga Nasrani-pun tidak bisa disamakan dengan Kristen.

Ajaran yang ada dalam Kristen justru merendahkan derajat ajaran Yesus. Nasrani lahir ditengah umat Israel, tapi dalam masa pertumbuhannya ia dihentikan, diubah dalam jubah baru (Kristen) dan dilemparkan ke dalam pangkuan kepercayaan memuja berhala, hingga sedikit sekali tradisi agama Yahudi yang diwarisi.

Semua ciri dan karakternya lebih dekat pada tradisi dan ritual penyembahan dewa matahari. Yesus (nabi Isa as) datang dan membimbing ?domba yang hilang dari bangsa Israel? dan menyebarkan kebenaran. Matius 10 : 5-6 10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, 10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Matius 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail. (Qs.As Zukhruf : 59).

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.

Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (Qs. Ali Imran : 49). Tetapi dia menemui perlawanan dari berbagai penjuru dan hanya mendapatkan sedikit murid (hawariyyun) yang semuanya adalah orang Yahudi. Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia (hawariyyin): "Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku." Mereka menjawab: Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu)." (Qs. Al-Maaidah : 111).

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. (Qs. Ali Imran : 52). Rahib-rahib Yahudi dan penjajah Romawi menentang ajaran Yesus (Isa as) serta berusaha membunuhnya. Percobaan pembunuhan dilakukan. Lukas 22:2. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan, bagaimana mereka dapat membunuh Yesus, sebab mereka takut kepada orang banyak. Matius 27:1-2. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.

Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Markus 15:1. Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. Yohannes 18:35. Kata Pilatus: "Apakah aku seorang Yahudi? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala yang telah menyerahkan Engkau kepadaku; apakah yang telah Engkau perbuat?" Pertolongan Allah-lah Yesus (Isa as) selamat dari upaya pembunuhan di tiang salib. dan perkataan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", dan mereka tidak membunuhnya dan mereka tidak menyalibnya, akan tetapi diserupakan bagi mereka.

Dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih padanya (Isa), benar-benar dalam keragu-raguan dari padanya. Tidak ada bagi mereka dengannya dari pengetahuan / keyakinan, kecuali mengikuti persangkaan,dan tidaklah mereka membunuhnya (Isa) yakin. (Qs. An-Nisaa' : 157). (Silmy Kaffah- ditulis kembali dari : DR. Hamid Qadri, Dimensi Keimanan Kristen, Pustaka Da'i)

Sejarah Penemuan Fotosintesis

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Jumat, 02 Maret 2012 , in ,
Dalam sejarah, beberapa ahli telah melakukan penelitian yang
berkaitan dengan fotosintesis, antara lain Ingenhousz, Engelmann,
Sachs, Hill, dan Blackman.
a. Ingenhousz
Pada tahun 1770, Joseph Priestley seorang ahli kimia Inggris
memperlihatkan bahwa tumbuhan mengeluarkan suatu gas yang
dibutuhkan dalam pembakaran. Dia mendemonstrasikan hal ini
dengan cara membakar lilin dalam suatu wadah tertutup sampai
api mati. Lalu ia menyimpan setangkai tumbuhan mint dalam
ruang tertutup itu dan dapat mempertahankan nyala api sampai
beberapa hari. Meskipun Priestley tidak tahu jenis gas apa yang
dikeluarkan tumbuhan, tetapi apa yang dilakukannya memperlihatkan
bahwa tumbuhan menghasilkan oksigen ke udara.
Pada tahun 1799, seorang dokter berkebangsaan Inggris
bernama Jan Ingenhousz berhasil membuktikan bahwa proses
fotosintesis menghasilkan oksigen (O2). la melakukan percobaan
dengan tumbuhan air Hydrilla verticillata di bawah corong kaca
bening terbalik yang dimasukkan ke dalam gelas kimia berisi
air. Jika Hydrilla verticillata terkena cahaya matahari, maka akan
timbul gelembung-gelembung gas yang akhirnya mengumpul
di dasar tabung reaksi. Ternyata gas tersebut adalah oksigen.
Beliau juga membuktikan bahwa cahaya berperan penting dalam
proses fotosintesis dan hanya tumbuhan hijau yang dapat
melepaskan oksigen.
b. Engelmann
Pada tahun 1822 Engelmann berhasil membuktikan bahwa
klorofil merupakan faktor yang harus ada dalam proses
fotosintesis. la melakukan percobaan dengan ganggang hijau
Spirogyra yang kloroplasnya berbentuk pita melingkar seperti
spiral. Dalam percobaan tersebut ia mengamati bahwa hanya
kloroplas yang terkena cahaya mataharilah yang mengeluarkan
oksigen. Hal itu terbukti dari banyaknya bakteri aerob yang
bergerombol di sekitar kloroplas yang terkena cahaya matahari.
c. Sachs
Pada tahun 1860, seorang ahli botani Jerman bernama Julius
von Sachs berhasil membuktikan bahwa proses fotosintesis
menghasilkan amilum (zat tepung). Adanya zat tepung ini dapat
dibuktikan dengan uji yodium, sehingga percobaan Sachs ini
juga disebut uji yodium.
d. Hill
Theodore de Smussure, seorang ahli kimia dan fisiologi
tumbuhan dari Swiss menunjukkan bahwa air diperlukan
dalam proses fotosintesis. Temuan ini diteliti lebih lanjut
sehingga pada tahun 1937 seorang dokter berkebangsaan Inggris
bernama Robin Hill berhasil membuktikan bahwa cahaya matahari
diperlukan untuk memecah air (H2O) menjadi hidrogen
(H) dan oksigen (O2). Pemecahan ini disebut fotolisis.
e. Blackman
Pada tahun 1905 Blackman membuktikan bahwa perubahan
karbon dioksida (CO2) menjadi glukosa (C6H12O6)
berlangsung tanpa bantuan cahaya matahari. Peristiwa ini sering
disebut sebagai reduksi karbon dioksida. Dengan demikian
dalam fotosintesis ada dua macam reaksi, yaitu reaksi terang
dan reaksi gelap. Yang merupakan reaksi terang (reaksi Hill)
adalah fotolisis, yang merupakan reaksi gelap (reaksi Blackman)
adalah reduksi karbon dioksida. Gabungan antara reaksi terang
dan reaksi gelap itulah yang kita kenal sekarang sebagai reaksi
fotosintesis. Pada tahun 1940 Melvin Calvin dan timnya
berhasil menemukan urutan reaksi/proses yang berlangsung
pada reaksi gelap. Rangkaian reaksi itu selalu berulang terus
menerus dan disebut siklus Calvin.
2. Pengertian Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses pembentukan karbohidrat dari
karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dengan bantuan sinar
matahari. Tumbuhan mampu melakukan fotosintesis karena
mempunyai sel-sel yang mengandung klorofil (zat hijau daun).
Dalam fotosintesis, energi cahaya matahari diserap oleh klorofil
dan diubah menjadi energi kimia yang disimpan dalam bentuk
karbohidrat atau senyawa organik lainnya. Di dalam tumbuhan
karbohidrat diubah menjadi protein, lemak, vitamin, atau
senyawa yang lain. Senyawa-senyawa organik ini selain
dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri, juga dimanfaatkan
oleh manusia dan hewan herbivora sebagai bahan makanan.
Fotosintesis melibatkan banyak reaksi kimia yang kompleks.
Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi pada proses fotosintesis
dapat dituliskan sebagai berikut.
6CO2 + 6H2O cahaya matahari→
klorofil C6H12O6 + 6O2
(karbon dioksida) (air) (glukosa) (oksigen)
Dari reaksi di atas, dapat diketahui syarat-syarat agar
berlangsung proses fotosintesis, yaitu sebagai berikut.
a. Karbon dioksida (CO2), diambil oleh tumbuhan dari udara
bebas melalui stomata (mulut daun).
b. Air, diambil dari dalam tanah oleh akar dan diangkut ke daun
melalui pembuluh kayu (xilem).
c. Cahaya matahari.
d. Klorofil (zat hijau daun), sebagai penerima energi dari cahaya
matahari untuk melangsungkan proses fotosintesis.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis
Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor
eksternal. Faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis adalah
sebagai berikut.
a. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di udara, semakin tinggi
konsentrasi CO2 di udara, maka laju fotosintesis semakin
meningkat.
b. Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka
proses fotosintesis berlangsung semakin cepat. Pembentukan
klorofil memerlukan cahaya matahari. Kecambah yang
ditumbuhkan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil
dengan sempurna. Kecambah ini dikatakan mengalami
etiolasi, yaitu tumbuh sangat cepat (lebih tinggi/panjang dari
seharusnya) dan batang dan daunnya tampak bewarna pucat
karena tidak mengandung klorofil.
Umur daun juga mempengaruhi laju fotosintesis. Semakin
tua daun, kemampuan berfotosintesis semakin berkurang
karena adanya perombakan klorofil dan berkurangnya
fungsi kloroplas.
c. Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar
fotosintesis berlangsung dengan efisien.
d. Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena
air merupakan bahan baku dalam proses ini.
e. Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis
akan meningkat, demikian juga sebaliknya. Namun bila
suhu terlalu tinggi, fotosintesis akan berhenti karena enzimenzim
yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena
itu tumbuhan menghendaki suhu optimum (tidak terlalu
rendah atau terlalu tinggi) agar fotosintesis berjalan secara
efisien.

Cara Download Video di Facebook

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Jumat, 17 Februari 2012 , in ,
  • Buka situs www.keepvid.com
  • Kemudian copy URL video yang ada di facebook kedalam kotak yang ada keepvid.com
  •  Lalu klik download yang ada disamping kotak
  •  Kemudian anda pilih format video yang ingin di download, Ada Mp4 standart quality dan MP4 High Qualitiy.   Standart Quality = Gambar video standar dan ukuran video lebih kecil ,   High Quality = Gambar video tinggi (bagus) dan ukuran video lebih besar
  • Tinggal tunggu deh tuh video masuk sepenuhnya ke komputer kamu punya.

Kisah Nabi Luth AS

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Sabtu, 28 Januari 2012 , in

NABI LUTH AS

Nabi Luth adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim. Ayahnya yang bernama Hasan bin Tareh adalah saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Ia beriman kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim mendampinginya dalam semua perjalanan dan sewaktu mereka berada di Mesir berusaha bersama dalam bidang perternakan yang berhasil dengan baik binatang ternaknya berkembang biak sehingga dalam waktu yang singkat jumlah yang sudah berlipat ganda itu tidak dapat ditampung dalam tempat yang disediakan . Akhirnya perkongsian Ibrahim-Luth dipecah dan binatang ternakan serta harta milik perusahaan mereka di bahagi dan berpisahlah Luth dengan Ibrahim pindah ke Yordania dan bermukim di sebuah tempat bernama Sadum.
Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kepada Rakyat Sadum

Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat moralnya,rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang beradab. Kemaksiatan dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mrk. Pencurian dan perampasan harta milik menrupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka adalah perbuatan homoseks {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam masyarakat sehinggakan ianya merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.

Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oelh mrk. Jika ia membawa barang-barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan tetapi jika pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa bagi pihak wanitanya pula.

Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya untuk mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan serta membawa mereka alam yang bersih ,bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi penerang kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mrk tidak meredhai amal perbuatan mrk yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.

Nabi Luth berseru kepada mrk agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan perbuatan homoseks dan lesbian karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan manusia menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan dianjurkan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara sesama mrk dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sadum. Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mrk sendiri, karena akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.

Demikianlah Nabi Luth melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas risalahnya.Ia tidak henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya secara berkelompok atau secara berseorangan mengajak agak mrk beriman dan percaya kepada Allah menyembah-Nya melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah berakar sgt di dalam pergaulan hidup mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan sudah begitu kuat menguasai tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyang dilaksanakan dengan kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tanah yang subur di dalam hati dan fikiran mereka dan berlalu laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis.

Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kepada mereka yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut fikiran Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah itu menular kepada tetangga-tetangga dekatnya, ialah dengan membasmikan mereka dari atas bumi sebagai pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mrk juga untuk menjadi ibrah dan pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar kepada kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang menanti mereka di akhirat kelak.
Para Malaikat Tamunya Nabi Ibrahim Bertamu Kepada Nabi Luth.

Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah s.w.t. Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mrk adalah malaikat yang bertamu kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita gembira atas kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu kepada mrk bahwa dia adalah utusan Allah dengan tugas menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan keatas kaum Saum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.

Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki remaja yang berparas tampan dan bertubuh yang elok dan bagus. Dalam perjalanan mrk hendak memasuki kota, mrk berselisih dengan seorang gadis yang cantik dan ayu sedang mengambil dari sebuah perigi. Para malaikat atau lelaki remaja itu bertanya kepada si gadis kalau-kalau mrk diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah para lelaki remaja itu oleh si gadis seraya ia pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya.

Si ayah iaitu Nabi Luth sendiri mendengar lapuran puterinya menjadi binggung jawapan apa yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertamu ke rumahnya untuk beberapa waktu, namun menerima tamu-tamu remaja yang berparas tampan dan kacak akan mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tamu-tamunya dari kaumnya yang tergila-gila oleh remaja-remaja yang mempunyai tubuh bagus dan wajah elok. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.

Timbang punya timbang dan fikir punya fikir akhirnya diputuskan oleh Nabi Luth bahwa ia akan menerima mrk sebagai tamu di rumahnya apa pun yang akan terjadi sebagai akibat keputusannya ia pasrahkan kepada Allah yang akan melindunginya. Lalu pergilah ia sendiri menjemput tamu-tamu yang sedang menanti di pinggir kota dan diajaklah mrk bersama-sama ke rumah pada saat kota Sadum sudah diliputi kegelapan dan manusianya sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.
Nabi Luth berusah dab berpesan kepada isterinya dan kedua puterinya agar merahsiakan kedatangan tamu-tamu, jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. Akan tetapi isteri Nabi Luth yang memang sehaluan dan sependirian dengan penduduk Sadum telah membocorkan berita kedatangan para tamu dan terdengarlah oleh pemuka-pemuka mereka bahwa Luth ada tetamu terdiri daripada remaja-remaja yang tampan parasnya dan memiliki tubuh yang sangat menarik bagi para penggemar homoseks.

Terjadilah apa yang dikhuatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja di rumah Luth, berdatanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mrk dan berseru agar mrk kembali ke rumah masing-masing dan jgn menggunggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan .Mrk diberi nasihat agar meninggalkan adat kebiasaan yang keji itu yang bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam di mana Tuhan telah menciptkan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mrk dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mrk dilanda azab dan seksaan Allah.

Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth dihiraukan dan dipedulikan ,mrk bahkan mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan paksa dan kekerasan kalau pintu tidak di buka dengan sukarela. Merasa bahwa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus orang-orang penyerbu dari kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:" Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam .Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fizikal yang dapat menolak kekerasan mereka , tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mrk yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tamu-tamuku dirumahku sendiri.

Begitu Nabi Luth selesai mengucapkan keluh-kesahnya para tamu segera mengenalkan diri kepadanya dan memberi identitinya, bahawa mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia yang bertamu kepadanya dan bahwa mereka datang ke Sadum untuk melaksanakan tugas menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya yang membangkang dan enggan membersihkan masyarakatnya dari segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.
Kepad Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang -orang yang haus homoseks itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para penyerbu menindakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mrk dan tidak dapat melihat sesuatu. mrk mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.

Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau bilau berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yang menjadikan mereka buta dengan mendadak para berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkampungan itu bersam keluarganya, karena masanya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.

Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan mahupun kekiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak tergamak meninggalkan kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan menragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu. Getaran itu mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan hujan batu sijjil yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sadum berserta semua pemghuninya .Demikianlah mukjizat dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi hamba-hamba-Nya yang mendatang.
Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya surah "Al-Anbiyaa" ayat 74 dan 75 , surah "Asy-Syu'ara" ayat 160 sehingga ayat 175 , surah "Hud" ayat 77 sehingga ayat 83 , surah "Al-Qamar" ayat 33 sehingga 39 dan surah "At-Tahrim" ayat 10.

langkah-langkah mengganti nama FB sepuasnya

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Senin, 26 Desember 2011 , in
1.Pertama Masuk Facebook dulu, lalu 
di tab baru, Kunjungi Web di bawah ini
http://www.facebook.com/roadblock/roadblock_me.php?r=5
2.lalu 2kolom di isi dengan kata sandi baru 
3.setelah itu setujui persyaratannya
4.tunggu 24 jam baru bisa bikin nama sepuasnya FB qmu



Tanda-Tanda Ajal Mendekat

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Rabu, 14 Desember 2011 , in
Ada seorang hamba yang begitu taat kepada Tuhan. Sebut saja namanya Fulan. Fulan sangat rajin beribadah. Pendeknya, Fulan ini tak pernah lalai sekalu pun kepada Allah SWT.

Suatu hari ada yang bertemu ke rumah Fulan. Betapa kaget Fulan ketika mengetahui siapa gerangan yang datang bertamu. Tamu itu ternyata Izrail, malaikat pencabut nyawa. Terjadilah tanya jawab antara Fulan dengan tamunya itu.

"Wahai sahabatku, Izrail! Apakah perihal kedatanganmu ke mari adalah atas perintah Tuhan untuk mencbut nyawaku, ataukah hanya kunjungan biasa?"
"Ya, Fulan sahabatku! Kedatanganku kali ini tidak dalam rangka mencabut nyawamu. Kedatanganku ini hanya kunjungan biasa. Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya."

Mendengar penjelasan Izrail, maka seketika bersinarlah wajah Fulan karena gembiranya. Mereka lalu berckap-cakap sampai tiba saatnya Izrail akan pamit.
"Wahai sahabatku, Izrail! Sebagai tanda persahabatan kita, aku ada harapan kepadamu kiranya engkau tidak berkeberatan untuk mengabulkannya."
"Gerangan apakah permohonanmu itu, hai Fulan sahabatku?"
"Begini, ya Izrail. Jika nanti kau datang lagi kepadaku dengan maksud untuk mencabut nyawaku, maka mohon kiranya engkau mau mengirimkan seorang utusan kepadaku terlebih dahulu. Jika demikian, maka aku ada waktu untuk bersiap-siap menyambut kedatanganmu."
"Oh, begitu? Hai, Fulan, kalau hanya itu permohonanmu, aku kabulkan. Aku berjanji akan mengirimkan utusan itu kepadamu."

Gembiralah Fulan menerima janji Izrail. Rupanya Izrail ini berbaik hati mau mengabulkan harapanku, demikian pikir Fulan.

Demikian kisahnya, waktu pun berjalan. Tahun berganti tahun. Tak terasa bahwa pertemuan antara Fulan dengan Izrail telah sekian lama berlalu. Kehidupan berlangsung tersus sampai suatu ketika Fulan kaget sekali. Tak disangka-sangka sebelumnya Izrail muncul di rumahnya. Fulan merasa bahwa kedatangan Izrail ini begitu mendadak, padahal ada komitmen janji Izrail kepadanya.

"Wahai, Izrail sahabatku! Mengapa engkau tak mengirimkan utusanmu kepadaku? Mengapa engkau ingkar janji?"
Dengan tersenyum, Izrail menjawab, "Wahai Fulan, sahabatku! Sesungguhnya aku sudah mengirimkan utusanku itu kepadamu, hanya kamu sendiri yang mungkin tidak menyadarinya. Coba perhatikan punggungmu, dulu ia tegak tetapi sekarang bungkuk. Perhatikan caramu berjalan, dulu kamu begitu tegap perkasa, sekarang gemetaran dengan ditopang tongkat. Perhatikan penglihatanmu, dulu ia bersinar sehingga orang luluh kena sorotnya tetapi sekarang kabur dan lemah. Ya, Fulan, bukankah pikiran-pikiranmu sekarang mudah putus asa padahal ia dulu begitu enerjik dan penuh berbagai harapan? Tempo hari kamu hanya menginginkan seorang utusan saja dariku, tetapi aku telah mengirimkan begitu banyak utusanku kepadamu!"

Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Poliyama Widya Pustaka

Al-Islam - Pusat Informasi dan komunikasi Islam Indonesia


KUNJUNGI
http://tamanasridewantoro.blogspot.com

Bahaya Miras, Judi, Menyembah Berhala, dan Mengundi Nasib

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Senin, 12 Desember 2011 , in
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minum) khamr, berjudi, (menyembah) berhala, mengundi nasib adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu dengan khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan dari salat; maka berhentilah kamu (melakukannya)." (Al-Maa-idah: 90--91).

Maraknya produksi dan penjualan minuman keras di negara kita sekarang ini sudah sangat mengkhawatirkan. Hal ini sepertinya ingin mempertegas bahwa bangsa kita sedang dalam proses menjadi sebuah bangsa yang teler. Ditambah lagi dengan membanjirnya produk-produk luar negeri, bahkan sedikit demi sedikit mulai dijual bebas. Belum lagi masalah narkoba yang sulit ditanggulangi, juga menjadi masalah yang semakin bertambah setiap harinya.

Korbannya tak hanya orang dewasa, tetapi juga pemuda, dan bahkan anak-anak. Bahayanya? O, banyak sekali. Dapatkah Anda membayangkan apa yang akan dilakukan oleh orang yang sudah kehilangan akal dan kontrol diri? Banyak hal tak terduga yang akan dilakukannya tanpa beban sedikit pun. Mulai dari merusak rumah tangga sendiri, membunuh, merampok, menodong, dan lain sebagainya. Otomatis seseorang akan terhalang dari salat dan mengingat Allah jika berada dalam keadaan teler dan mabuk. Inilah yang memang diinginkan setan.

Keyakinan bodoh pengonsumsi miras bahwa stress bisa hilang, beban pikiran bisa terbang dengan minuman keras, kadang dijadikan suatu alasan untuk membenarkan perbuatannya. Belum lagi alasan-alasan lain yang dibuat-buat. Lebih mengherankan lagi adalah apa yang melandasi pemerintah memberi izin merek tertentu, orang tertentu atau perusahaan tertentu untuk memproduksi, mengimpor, dan menjual minuman keras. Apakah ada survei bahwa bangsa ini sedang membutuhkan minuman keras? Atau mungkin mereka sendiri yang membutuhkannya, lalu melegalkannya untuk memenuhi selera mereka? Wallahu a'lam.

Penyakit lain adalah judi. Mental-mental judi jika sudah merasuki jiwa seseorang niscaya akan merusak jiwa dan akalnya. Melegalisasikan perjudian dengan melakukan lokalisasi di wilayah tertentu bukanlah solusi yang tepat. Kami pernah punya pengalaman melihat bagaimana pengaruh judi terhadap pelakunya. Dulu ada yang namanya SDSB. Tetapi, ternyata para penjudi itu tidak hanya puas dengan SDSB. Banyak cara-cara judi yang tak masuk akal yang mereka lakukan. Contohnya, dua pihak yang berjudi sama-sama makan sepotong kecil tebu, setelah itu mereka lemparkan. Nah, ampas siapa yang lebih dulu dihinggapi oleh lalat, maka dialah yang menang. Ironinya, mereka rata-rata adalah orang-orang kurang mampu. Kebanyakan mereka hanya penjual sayuran atau rempah-rempah di pasar mingguan, petani kecil, tukang bendi, dan sejenisnya.

Sebenarnya hanya ada satu kata untuk miras dan judi, yaitu "perang".

Satu hal lagi yang dilarang Allah adalah melakukan kurban untuk berhala-berhala atau selain Allah. Bentuknya tidak terbatas hanya pada menyembelih binatang, tetapi juga dengan mempersembahkan sesajen ke laut dan sejenisnya. Perbuatan ini jelas-jelas berbau syirik. Namun, setan membungkusnya dengan berbagai hal yang berbau Islami, sehingga orang-orang yang tidak mengerti menyangka bahwa apa yang mereka lakukan adalah ajaran Islam, padahal tidak sama sekali. Setan tidak hanya masuk melalui pintu-pintu kejahatan untuk menyesatkan manusia, tetapi ia juga masuk melalui pintu-pintu ibadah dengan menimbulkan ritual baru yang dibungkus dengan beberapa hal berbau Islam. Tujuannya tak lain adalah menyesatkan kaum muslimin dan manusia pada umumnya. Di negeri ini ritual-ritaul pengorbanan dan persembahan sesajen masih sangat sering dilakukan di berbagai pelosok. Yang menyedihkan adalah mereka yang melakukannya notabene adalah kaum muslimin, bahkan mereka menganggap hal itu ajaran Islam. Subhaanallah...!

Juga sama halnya dengan mengundi nasib, meramal, dan sejenisnya. Nasib adalah perkara gaib yang tidak diketahui, kecuali oleh Allah. Para peramal itu hanya menerka-nerka dan sebagian meneruskan bisikan setan kepadanya. Sesuatu yang bersifat spekulatif kadang-kadang memang mengena, tetapi itu tetap tidak mengubah statusnya dari hal yang spekulatif. Ramalan bintang, shio, membaca telapak tangan, kartu tarot, dan sejenisnya merupakan variasi bentuk dari meramal dan mengundi nasib. Bentuk berbeda, tetapi hakikatnya sama.

Empat perkara yang disebutkan di atas termasuk perbuatan keji, perbuatan setan. Setan memang ingin menjerumuskan manusia ke jurang kekejian. Dua yang pertama merupakan perbuatan yang merusak zhahir kehidupan manusia walaupun punya pengaruh pada jiwa manusia, sedangkan yang dua terakhir merupakan perbuatan yang merusak akidah manusia. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang dilarang-Nya.

Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

KUNJUNGI
http://tamanasridewantoro.blogspot.com

Asal-Usul Kuntilanak

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Sabtu, 19 November 2011 , in
Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir. Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”.

Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

Dalam folklor Melayu, sosok kuntilanak digambarkan dalam bentuk wanita cantik yang punggungnya berlubang. Kuntilanak digambarkan senang meneror penduduk kampung untuk menuntut balas. Kuntilanak sewaktu muncul selalu diiringi harum bunga kamboja. Konon laki-laki yang tidak berhati-hati bisa dibunuh sesudah kuntilanak berubah wujud menjadi penghisap darah. Kuntilanak juga senang menyantap bayi dan melukai wanita hamil.

Dalam cerita seram dan film horor di televisi Malaysia, kuntilanak digambarkan membunuh mangsa dengan cara menghisap darah di bagian tengkuk, seperti vampir.

Agak berbeda dengan gambaran menurut tradisi Melayu, kuntilanak menurut tradisi Sunda tidak memiliki lubang di punggung dan hanya mengganggu dengan penampakan saja. Jenis yang memiliki lubang di punggung sebagaimana deskripsi di atas disebut sundel bolong. Kuntilanak konon juga menyukai pohon tertentu sebagai tempat “bersemayam”, misalnya waru yang tumbuh condong ke samping (populer disebut “waru doyong”).

Kepercayaan penangkalan

Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.

Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Jumat, 28 Oktober 2011 , in
1. Allah ta'ala berfirman :
 ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العلمين 
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah yaitu (bagi) orang yang sanggup melaksanakan perjalanan ke Baitullah. Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan) dari semesta alam.” (Ali-Imran : 97)
2. Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Umrah ke umrah adalah penghapus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak mempunyai pahala selain surga.” (Muttafaq alaih).
3. Rasululloh bersabda :
“Baragsiapa melakukan haji tanpa berbuat keji dan tidak fasiq, maka ia kembali tidak berdosa sebagaimana waktu ia dilahirkan oleh ibunya.” (Muttafaq alaih).
4. Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Ikutilah saya dalam ibadah haji kalian.” (Riwayat Muslim).
5. Segeralah melaksanakan ibadah haji jika anda sudah cukup mempunyai bekal pulang pergi tanpa perlu memikirkan pembiayaan selain haji seperti membeli hadiah, permen dan lain sebagainya karena Allah tidak menerimanya. Segeralah pergi haji sebelum jatuh sakit, miskin atau mati dalam keadaan ingkar kepada Allah, karena haji merupakan salah satu rukun Islam.
6. Harta yang dipakai untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah harus halal sehingga ibadah haji dan umrah tersebut dapat diterima oleh Allah.
7. Haram bagi wanita pergi haji tanpa disertai muhrimnya, karena Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam bersabda :
“Dan janganlah wanita pergi kecuali daengan muhrimnya.” (Muttafaq alaih).
8. Damailah dengan lawanmu, bayar hutangmu, nasehati keluargamu agar tidak berlebih-lebihan dalam berhias, kendaraan, makanan manisan, pemotongan kurban dan lain sebagainya, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an :
 كلوا واشربوا ولا تسرفوا
“Makanlah, minumlah dan jangan kamu berlebih-lebihan.” (Ah-A’raf : 30).
9. Haji merupakan konferensi besar bagi umat Islam untuk saling berkenalan, berkasih-kasihan dan saling membantu untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka dan agar mereka menyaksikan manfaat bagi mereka dalam urusan agama dan dunia.
10.Yang penting sekali, agar kamu dapat menyelesaikan kesulitan kamu dengan minta pertolongan dan berdo’a hanya kepada Allah semata. Allah berfirman :
قل إنما أدعو ربي ولا أشرك به أحدا
“Katakanlah : sesunguhnya aku hanya berdo’a kepada Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya.” (Al-Jin : 20).
11.Umrah bisa dilaksanakan seetiap waaktu, tapi jika dilaksanakan pada bulan Ramadhan lebih utama, sebagaimana sabda Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam :
قال رسول الله عمرة رمضان تعدل حجة. متفق عليه.
“Umrah pada bulan Ramadhan seimbang nilainya dengan haji.” (Muttafaq alaih).
12.Shalat di masjid Ka’bah lebih baik dari seratus ribu shalat di tempat lain, sebagaimana sabda Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam :
صلاة في مسجدي أفضل من ألف صلاة فيما سواه من المساجد إلا مسجد الكعبة. رواه مسلم.
“Shalat di masjidku lebih utama dari seribu shalat di masjid lain kecuali masjid Ka’bah.” (Riwayat Muslim).
Sabda beliau juga :
وصلاة في المسجد الحرام أفضل من صلاة في مسجدي هذا بمائة صلاة. صحيح رواه أحمد
“Shalat di masjid haram lebih utama seeratus kali daripada shalat di masjidku.” (Riwayat Ahmad)
jadi 1000 x 100 shalat = 100.000 shalat.
13.Hendaklah anda mengerjakan haji tamattu’, yaitu umrah, lalu tahallul, kemudian haji. Berdasarkan sabda Nabi hallallahu'alaihi wasallam :
“Wahai pengikut Muhammad, barangsiapa di antara kamu yang mengerjakan haji maka supaya memulai dengan umrah dalam hajinya itu.” (riwayat ibnu Hibban dan dinyatakan shahih oleh Al-Albabani)


PEKERJAAN DALAM UMRAH

1. Ihram : pakailah pakaian ihram di miqat( [1]) sambil mengucapkan :
لبيك اللهم عمرة
“Dan keraskan suaramu dengan membaca talbiyah”
لبيك اللهم لبيك
2. Tawaf ; jika anda sudah sampai di Makkah, pergilah ke masjid Haram dan lakukan tawaf keliling Ka’bah tujuh kali dimulai dari Hajar Aswad sambil mengucapkan :
بسم الله والله أكبر
Ciumlah Hajar Aswad jika dapat, kalau tidak dapat maka tunjuklah dengan jari-jari kananmu.. usaplah rukun Yamani dengan tangan kananmu setiap kali kalau dapat, tanpa mencium atau menunjuk dengan jari-jari tangan. Ucapkanlah antaran dua rukun (Yamani dan Hajar Aswad) do’a berikut ini :
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
“kemudian shalatlah dua rakaat di belakang maqam Ibrahim dengan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan membaca surat Al-Ikhlas pada rakaat ke dua.

3. Sa’i : naiklah ke shafa. Menghadaplah ke kiblat sambil mengangkat tangan ke langit dan mengucapkan :
إن الصفا والمروة من شعائر الله. أبدأ بما بدأ الله به.
“dan bertakbiralah tiga kali, tanpa menunjuk dengan jari-jari tangan, kemudian ucapkan tiga kali kalimat berikut :
لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير لا إله إلا الله وحده أنجز وعده وصدق وعده وهزم الأحزاب وحده.
Ucapkan hal ini di shafa dan marwa berkali-kali dengan do’a. berjalan cepat antara shafa dan marwa antara dua garis hijau. Sa’i dilakukan tujuh kali, berangkat dihitung sekali dan pulang dihitung sekali.
4. Cukurlah semua rambutmu atau potonglah pendek. Bagi wanita cukup dipotong sedikit saja. Hal ini disebut tahallul.

PEKERJAAN DALAM HAJI( [2])

Ihram, bermalam di Mina, Wukuf di Arafah, bermalam di muzdalifah, melempar jumrah, menyembelih kurban, memotong rambut, Tawaf dan Sa’i.
1. Berpakaianlah pakaian ihram di Makkah pada hari ke tujuh pada bulan Zul Hijjah sambil mengucapkan :
لبيك اللهم حجة.
Pergi ke mina dan bermalam di sana, kemudian shalat lima waktu dengan di qashar sehingga shalat zuhur, Asar dan Isya’ kamu kerjakan masing-masing dua rakaat, pada waktunya.
2. Pergi ke Arafah pada hari ke sembilan setelah terbit matahari, shalat dzuhur dan Asar di jama’ taqdim dengan sekali azan dua iqomat tanpa shalat sunnat. Perhatikan bahwa kamu benar-benar berada di Arafah, sedang dalam keadaan tidak berpuasa, mengucapkan talbiyah dan hanya memanggil Allah semata, karena wuquf di Arafah merupakan rukun yang paling pokok.
3. Tinggalkan Arafah setelah tenggelam matahari dengan tenang menuju muzdalifah. Shalat maghrib dan isya’ dengan jama’ ta’khir. Bermalam di muzdalifah untuk dapat shalat subuh dan dzikir kepada Allah di Masy’aril haram. Bagi kaum lemah diperbolehkan untuk tidak bermalam( [3]).
4. Tinggalkan Muzdalifah sebelum terbit matahari dengan berangkat menuju ke Mina pada hari raya dan lemparlah jumrah kubra dengan tujuh batu kerikil sambil bertakbir, waktunya setelah terbit matahari sampai malam.
5. Potonglah kurban di Mina atau di Makkah pada hari raya dan tasyriq, makanlah daging kurban tersebut dan berikan kepada kaum fuqara. Jika tidak bisa membeli kurban, maka berpuasalah tiga hari pada waktu haji dan tujuh hari jika kamu telah pulang ke keluargamu. Seorang perempuan mempunyai kewajiban menyembelih kurban atau berpuasa sama dengan kewajiban lelaki. Dan ini untuk tamattu’.
6. Cukurlah rambutmu atau potong pendek dan mencukur semua rambut lebih utama. Kemudian berpakaianlah dengan pakaian biasa, dan dihalalkan bagimu segala sesuatu kacuali bergaul dengan perempuan.
7. Kembalilah ke Makkah, melakukan tawaf tujuh kali, dan sa’i antara shafa dan Marwa tujuh kali (pergi dihitung sekali dan pulang dihitung sekali). Setelah itu kamu boleh lagi bergaul dengan isterimu. Boleh juga mengakhirkan thawaf sampai hari tasyriq yang terakhir.
8. Kembalilah ke Mina pada hari raya dan wajib bermalam di sana. Kemudian lemparlah ketiga jumrah dimulai dari jumrah kecil setiap hari setelah zuhur sampai malam dengan tujuh kerikil pada setiap jumrah. Setiap melemparkan satu kerikil mengucapkan takbir dan tahu bahwa lemparannya jatuh pada sasaran, jika tidak sampai agar diulangi. Disunatkan untuk wuquf setelah melempar jumrah sughra dan wustha untuk berdo’a dengan mengangkat kedua belah tangan. Diperbolehkan bagi kaum wanita, orang-orang sakit, anak-anak kecil dan orang-orang yang lemah untuk mewakilkan kepada orang lain dalam melempar jumrah tersebut. Sebagaimana diperbolehkan mengakhirkan waktu melempar jumraah sampai hari kedua atau ketiga dalam keadaan terpaksa.
9. Tawaf wada’ adalah wajib, dan bepergian dilakukan langsung setelah tawaf wada’ (bagi yang meninggalkannya wajib membayar dam begitu juga bagi yang tidak melempar jumrah atau tidak bermalam. Pent.).

ADAB-ADAB DALAM HAJI DAN UMRAH

1. Ikhlaskan hajimu hanya untuk Allah semata sambil mengucapkan :
اللهم هذه حجة لا رياء فيها ولا سمعة
2. Kawanilah para ahli kebaikan dan berbaktilah kepada mereka serta sabarlah terhadap gangguan tetanggamu.
3. Waspadalah dalam mengisap dan membeli rokok. Hal itu adalah haram, membahayakan badan, tetangga, harta dan merupakan maksiat kepada Allah.
4. Pergunakanlah siwak ketika shalat dan ambillah siwak, air zam-zam dan korma sebagai hadiah, karena banyak hadits-hadits shahih yang menyebutkan keutamaannya.
5. Waspadalah dalam menyentuh kaum wanita dan melihat kepada mereka. Tutupilah isterimu dari kaum lalaki.
6. Janganlah melangkahi kepala orang yang shalat sehingga menyakiti mereka, dan duduklah sedekat mungkin.
7. Hati-hati lewat di depan orang yang sedang shalat meskipun di tanah Haram, karena itu merupakan parbuatan setan.
8. Perlahan-lahanlah dalam shalatmu, dan shalatlah menghadap ke pembatas (seperti tembok, punggung orang atau tas) dan pembatas makmum cukup dengan imam mereka.
9. Berlemah lembutlah dengan orang-orang di sekitarmu ketika tawaf, sa’i, melempar jumrah dan mencium hajar aswad, karena hal itu diperintahkan.
10.Janganlah berdo’a kepada selain Allah seperti kepada orang-orang yang sudah mati karena hal itu perbuatan syirik yang dapat membatalkan haji dan amal baik. Allah berfirman :
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ (65) سورة الزمر.
“Jika kamu mempersekutkan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65).

SOPAN SANTUN DI MASJID NABAWY

1. Jika kamu memasuki masjid dahulukan kaki kanan dan ucapkanlah :
اللهم صل على محمد اللهم افتح لي أبواب رحمتك
“Ya Tuhanku, berilah shalawat kepada Nabi Muhammad. Ya Alloh bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmatMu.”
2. Lakukanlah shalat tahiyatul masjid dau rakaat dan sampaikanlah salam kepada Rasul sambil mengucapkan :
السلام عليك يا رسول الله السلام عليك يا أبا بكر السلام عليك يا عمر.
Kemudian menghadaplah kiblat ketika berdo’a.
Dan ingatlah sabda beliau :
“Jika kamu meminta sesuatu mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon petolongan mohonlah kepada Allah.” (hadits hasan shahih, riwayat Turmudzi)
3. Menziarahi masjid Rasulullah hallallahu'alaihi wasallam dan menyampaikan salam kepadanya adalah mustahab, tidak menentukan sahnya haji dan tidak mempunyai waktu tertentu.
4. Janganlah menyentuh atau mencium jendela atau dinding atau yang lain karena hal itu diharamkan.
5. Berjalan mundur ketika meninggalkan masjid Nabawi adalah bid’ah, tidak ada dalil yang mendasarinya.
6. Perbanyaklah mengucapkan shalawat atas Rasululloh hallallahu'alaihi wasallam karena sabdanya :
قال رسول الله من صلى علي واحدة صلى الله عليه بها عشرا. رواه مسلم
7. Dianjurkan ziarah ke kuburan bagi’ dan para syuhada uhud, bukan ke masjid sab’ah (tujuh Masjid).
8. Bepergian ke Madinah hendaknya dengan niat ziarah masjid Nabawy dan mengucapkan salam kepada Nabi ketika masuk, karena shalat di masjid Nabi hallallahu'alaihi wasallam lebih utama seribu shalat daaripada shalat di masjid yang lain, dan sabda Nabi :
“Tidak boleh bepergian dengan persiapan safar kecuali ke tiga masjid, yaitu : Masjid Al-Haram, Masji Al-Aqsha, dan masjidku ini.” (hadits Muttafaq alaih).



________________________________________

Kenapa Nabi Isa Di Juluki Al Masih ?

Diposting oleh Ismail Dewantoro , in
Kenapa Nabi Isa Di Juluki Al Masih ?

Jawab:

Tidak diragukan lagi, bahwa nama aslinya adalah Isa. Nama itulah yang disebutkan dalam al-Quran seperti dalam ayat :



Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,09

berikutnya dalam ayat yang artinya:
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya 10

dan ayat yang artinya:

dan Zakariya, Yahaya, `Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh 11

dan ayat yang artinya:
(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai `Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu. 12

Dan masih banyak lagi ayat yang lain.

Setelah itu nama al-Masih termaktub di beberapa ayat, di antaranya dalam ayat yang artinya:

(Ingat!ah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorangputera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al-Masih `Isa putera Maryam.13

dan firman Allah yang artinya:
al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah.14

dan firman Allah yang artinya:
Sesungguhnya al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam. 15

Sebagian ulama Salaf berpendapat, nabi Isa dijuluki al-Masih dati kata saaha, yaitu karena sering berpindah tempat atau banyak berjalan kaki. Pendapat lain mengatakan karena telapak kakinya datar. Dan ada juga yang memberi alasan kata al-Masih dari akar kata ma sa ha, karena setiap kali ia mengusap orang yang berpenyakit pasti sembuh dengan izin Allah.

Laits dan Abu `Ubaid berkata, kata al-Masih berasal dari bahasa Ibrani, Machih. Kemudian diserap ke dalam bahasa Arab, dan lafadznya ikut berubah dari huruf Syin Masyih menjadi huruf Sin Masih. Oleh sebab itu, maka kata al-Masih tidak ada akar katanya dalam bahasa Arab. Namun mayoritas ulama (jumhur) berpendapat, bahwa kata al-Masih itu adalah musytaq (memiliki akar kata). Menurut ahli bahasa yang lain, kata ol-Mosih berarti as¬Siddiq (yang membenarkan). Pendapat lain mengatakan, karena sentuhan (masaha) nabi Zakariya kepada Isa. Dan juga yang memberi alasan karena nabi Isa berkelana di bumi (dari kata masaha yang artinya qatha'a: menempuh jarak). Berikutnya ada ahli bahasa yang memberi alasan, karena nabi Isa terlahir ke bumi tubuhnya sudah terolesi minyak (dari kata masaha). Pendapat lain, karena nabi Isa ketika lahir disentuh oleh keberkahan. Pendapat berikutnya, masih dari kata masaha yang artinya khalaqa; nabi Isa diciptakan Allah dengan fisik yang sempurna dan bagus. Dan masih banyak lagi pendapat lain, sebagaimana diterangkan Nawawi dalam Syarh Muslim. 16 Wallahu'alam.

Apa hukum merayakan kelahiran al-Masih as (natal)

Diposting oleh Ismail Dewantoro , in
Apa hukum merayakan kelahiran al-Masih as (natal) sebagaimana yang diperbuat orang-orang 'Nasrani pada saat ini?

Jawab:

Allah swt. telah mensyari`atkan kepada kaum muslimin untuk merayakan hari-hari besar mereka dengan shalat, zikir, bersyukur dan memperlihatkan nikmat-nikmat Allah atas mereka. Dan dengan itulah Allah swt. telah mengganti hari-hari besar mereka dari hari¬hari besar lainnya yang biasa diisi dengan permainan dan hiburan. Maka oleh karena itu, kaum muslimin wajib membatasi diri dengan merayakan hari-hari besar yang disyari`atkan saja, yaitu hari raya mingguan yang berupa shalat jum`at, hari raya fitri dan hari raya adha. Berdasarkan ini, kaum muslimin tidak boleh merayakan hari¬hari besar orang Nasrani, hari-hari besar orang Yahudi dan hari¬hari besar orang-orang kafir lainnya, bahkan mereka harus menjadikan hari-hari besar tersebut seperti hari-hari biasa. Demikian pula kaum muslimin tidak boleh mengucapkan selamat hari raya kepada mereka dan mendoakan mereka, atau mencari keberkahan dengan hari raya tersebut. Tujuannya adalah, agar kaum muslimin memiliki karakteristik dan syi`ar-syi`ar tersendiri yang telah ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw. dan telah dijalankan oleh mayoritas orang-orang terdahulu sampai orang-orang yang datang belakangan dari mereka.184



184. Berkata Ibn al-Qayyim -rahimahullah- dalam kitabnya: Ahkaam Ahli az-Zimmah (1/ 441): "Adapun memberi ucapan selamat atas syi' ar-syi' ar kafir yang sifatnya khusus, maka hukumnya adalah haram menurut kesepakatan ulama. Misalnya memberi ucapan selamat hari raya atau selamat berpuasa kepada mereka dengan mengatakan: Selamat hari raya atau lain sebagainya. Sebab hal ini, sekalipun orang yang mengucapkannya tidak sampai kepada kekafiran, namun perbuatan itu termasuk perbuatan yang diharamkan. Kedudukannya sama seperti mengucapkan selamat kepadanya karena ia sujud kepada salib, bahkan perbuatan itu lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih tercela daripada memberi ucapan setamat karena meminum khamr, membunuh orang, mengerjakan zina dan lain sebagainya.
Aku katakan, wa billahi at-taufiq, "Sesungguhnya memberi ucapan selamat hari raya kepada orang-orang Nasrani adalah perkara yang diharamkan berdasarkan ijma' ulama. Lebih haram lagi jika ikut serta merayakannya bersama mereka. Karena keikut sertaan tersebut berarti mengakui agama mereka yang sudah dirubah-rubah itu. Dan ini bertentangan dengan firman Al(ah swt.: "Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyaloh Islam" (QS. Ali Imran: 19) dan firman-Nya yang artinya: "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak-lah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (QS. Ali Imran: 85). Hanya kepada Allah-lah kita memohon keselamatan".

Apa Hukumnya Kaum Muslimin Masuk ke Gereja

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Kamis, 27 Oktober 2011 , in
Apakah boleh masuk ke gereja untuk mendengar apa-apa yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani tentang Isa as.? Bagi pelajar-pelajar muslim yang belajar di luar negri, menurut syara' apa hukumnya mereka pergi ke gereja jika, mereka diwajibkan untuk menghadiri jadwal pelajaran di sana atau mendengarkan ceramah dari salah seorang pendeta?

Jawab:

Bagi orang muslim tidak boleh masuk ke tempat-tempat ibadah orang-orang kafir seperti kuil, gereja, pura, biara dan tempat-tempat peribadatan mereka, karena hal itu mengandung makna pengakuan terhadap ibadah mereka, meniru-niru mereka dan mendorong or¬ang-orang yang jahil untuk mendatangi tempat-tempat ibadah kalangan kafir tersebut sehingga, sebagian orang-orang yang jahil (bodoh) itu terpedaya oleh mereka dan mendekatkan diri seperti cara-cara mereka beribadah. Akan tetapi, jika orang yang masuk itu termasuk orang yang memiliki ilmu, iman dan pengetahuan yang kuat tentang ajaran-ajaran Islam, dan ia masuk untuk mendengarkan apa yang mereka katakan sehingga, ia dapat membantah mereka atau mengetahui perselisihan dan perbantahan mereka untuk memperingatkan dan menjelaskan kerancuan mereka, serta menjelaskan kerancuan mithos (cerita-cerita) dan khurafat¬khurafat yang mereka perbuat, agar ia benar-benar mengerti tentang agamanya sendiri, dan mengetahui perbedaan besar antara Islam dan agama-agama lainnya, ataupun ia masuk ke gereja-gereja untuk melihat bentuk bangunannya dan cara mendirikannya sehingga ia dapat memperingatkan kaum muslimin agar waspada jangan sampai meniru-niru mereka dalam masalah tempat-tempat ibadah dan ciri-ciri khas mereka, maka ia boleh melakukan hal itu. wallahu a `lam

Adapun kepergian para pelajar muslim ke gereja-gereja untuk mengikuti jadwal pelajaran, atau mendengar ceramah pendeta, maka hal tersebut tidak boleh dilakukan, terutama oleh putera puteri kaum muslimin yang belum kuat aqidahnya dan belum menguasai hakikat agamanya. Bisa jadi sewaktu berangkat ke negara-negara tersebut, mereka belum mendalami pengetahuan agama yang benar, lalu mereka tumbuh di antara orang-orang Nasrani itu. Maka orang¬orang semacam mereka itu dapat terpedaya dengan apa yang mereka dengar dari para missionaris yang mengerahkan upaya sekuat tenaga untuk mengkristenkan orang-orang yang sanggup mereka kristenkan, dan tidak sungkan-sungkan mengeluarkan banyak dana untuk melakukan propaganda bagi agama mereka. Ketika para pemuda pergi ke tempat-tempat ibadah itu dan melihat gambar-gambar tersebut, serta mendengar ceramah-ceramah para pendeta yang berlebih-lebihan memuji dan menyanjung agama Masehi, maka mereka tidak dapat dijamin tidak terpengaruh dengan propaganda-propaganda semacam itu. Oleh karenanya, menjadi kewajiban bagi kaum muslimin untuk mengingatkan putera-puteri mereka agar tidak mendengarkan ucapan orang-orang Nasrani itu, dan mengingatkan mereka agar jangan masuk ke gereja-gereja tersebut semampunya. wallahu a`lam

SYARAT DITERIMANYA TAUBAT

Diposting oleh Ismail Dewantoro , in
Adapun syarat diterimanya taubat yaitu :
1. Ikhlas : artinya taubat pelaku dosa harus ikhlas, semata-mata karena Allah, bukan karena lainnya.
2. Menyesal : atas dosa yang telah diperbuatnya.
3. Meninggalkan sama-sekali maksiat yang telah dilakukannya.
4. Tidak mengulangi : artinya seorang mslim harus bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut.
5. Istighfar : memohon ampun kepada Allah atas dosa yang dilakukan terhadap hakNya.
6. Memenuhi hak bagi orang yang berhak, atau mereka melepaskan haknya tersebut.
7. Waktu diterimanya taubat itu dilakukan di saat hidupnya sebelum tiba ajalnya. Sabda Nabi hallallahu'alaihi wasallam :
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seseorang hambanya selama belum tercabut nyawanya.” (hadits hasan riwayat Turmudzi).

Nasihat Untuk Para Mualaf

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Jumat, 21 Oktober 2011 , in
Kapan Isa as. akan turun? Apakah ada tanda-tanda turunnya? Dan berapa lama al¬Masih akan tinggal di bumi?

Apa pengarahan yang dapat anda berikan kepada orang yang baru masuk agama Islam dan beriman kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul, setelah sebelumnya ia memeluk agama Nasrani dan meyakini I'tiqad-i'tiqad yang menyimpang itu?

Jawab:

Nasehat kami kepada orang-orang yang baru masuk agama Islam:
Pertama: Hendaklah ia mulai mempelajari dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad saw. agar ia merasa yakin akan kebenaran risalahnya.
Kedua: Hendaklah ia serius membaca al-Qur'an dan mempelajari makna-makna, serta perintah-perintah dan larangan¬larangan yang dikandungnya.
Ketiga: Hendaklah ia mempelajari bahasa Arab, baik cara membaca, menulis dan menuturkannya, serta mempelajari makna kata-katanya supaya ia dapat memahami firman Allah swt. dan sabda Nabi saw.
Keempat: Hendaklah ia mempunyai keinginan kuat untuk mempelajari aqidah Islamiyah yang dipegang teguh oleh kaum ahli sunnah dan salaf; yaitu aqidah yang bersumber dari al-Qur`an, Sunnah, dan atsar-atsar yang shahih dari para sahabat dan para imam-imam besar.
Kelima: Hendaklah ia mengenali bid`ah-bid`ah dan perkara¬perakara baru yang diperbuat oleh kebanyakan orang-orang yang menyimpang supaya ia berhati-hati terhadap syubhat-syubhat dan propaganda-propaganda mereka yang menyesatkan serta menjauhkannya dari agama Islam yang benar.
Keenam: Hendaklah ia memperdalam agama dan mempelajari syari`at dan kandungannya, baik berupa ibadah¬ibadah, ketaatan-ketaatan, hal-hal yang diharamkan dan dimakruhkan, maupun etika dan akhlak serta perlakuan-perlakuan yang menjelaskan sasaran syari`at ini dan ketinggian ajaran¬ajarannya.
Ketujuh: Hendaklah ia mempunyai keinginan yang kuat untuk mengamalkan dan mengaplikasikan segala apa yang telah ia ketahui ataupun yang ia dengar berupa amalan-amalan sunat, sebab buah ilmu adalah amal. Termasuk rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban serta semua anjuran-anjuran yang diserukan oleh syari`at Islam.
Kedelapan: Waspadalah terhadap perbuatan-perbuatan maksiat dan penyimpangan-penyimpangan serta hal-hal yang diharamkan, sekalipun itu termasuk kebiasaan-kebiasaan yang banyak dilakukan pada berbagai bangsa, seperti minuman¬minuman keras dan narkotika. Selain itu hendaklah ia menjauhkan diri dari pergaulan bersama para pelaku maksiat dan penyeru kesesatan.
Kesembilan: Hendaklah bersabar menghadapi musibah, cobaan, ujian dan kesengsaraan yang menimpa di jalan Allah, baik berupa kesempitan hidup, kesusahan, kemiskinan, maupun berupa siksaan, penganiyaan, penjara dan kelaliman dari musuh-musuh Allah yang berusaha merintangi sampainya agama Allah kepada orang lain.
Kesepuluh: Hendaklah ia melakukan dakwah kepada Allah dan menjelaskan ajaran-ajaran Islam dan sasaran-sasarannya kepada para kerabat, tetangga, dan teman-teman sepergaulannya dari orang-orang Nasrani dan lainnya, serta mendorong mereka untuk memeluk agama Islam sembari menceritakan akibat yang baik bagi orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah.

Dengan demikian selamatlah agamanya dan syahidlah di atas agama Islam yang benar; yaitu agama yang hanya diterima Allah tidak ada agamapun selainnya yang diterima. wallahu a`la, wa shallallahu `ala muhammad wa aaalihi wa shahbihi wa sallam

Artikel Tauhid kepada Allah

Diposting oleh Ismail Dewantoro on Rabu, 19 Oktober 2011 , in
Artikel Tauhid

A. KEUTAMAAN TAUHID
1. Allah Subhanahu wata'ala berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)

Abdullah bin Mas'ud meriwayatkan, "Ketika ayat ini turun, banyak umat Islam yang merasa sedih dan berat. Mereka berkata siapa di antara kita yang tidak berlaku zhalim kepada dirinya sendiri? Lalu Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam menjawab:

"Yang dimaksud bukan (kezhaliman) itu, tetapi syirik. Belumkah kalian mendengar nasihat Luqman kepada puteranya, "Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) benar-benar suatu kezhaliman yang besar" (Luqman: 13) (Mutafaq Alaih)

Ayat ini memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengesakan Allah. Orang-orang yang tidak mencampur adukkan antara keimanan dengan syirik. Serta menjauhi segala bentuk perbuatan syirik. Sungguh mereka akan mendapatkan keamanan yang sempurna dari siksaan Allah di akhirat. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk di dunia.

2. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Iman memiliki lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah 'Laa Ilaaha Illallah'dan cabang paling rendah adalah menyingkirkan kotoran dari jalan." (HR. Muslim)
B. TAUHID PENGANTAR BAHAGIA DAN PELEBUR DOSA
Dalam kitab Dalilul Muslim fil I'tiqaadi wat Tathhiir karya Syaikh Abdullah Khayyath dijelaskan, "Dengan kemanusiaan dan ketidakmaksumannya, setiap manusia berkemungkinan terpeleset, terjerumus dalam maksiat kepada Allah."
Jika dia adalah seorang ahli tauhid yang murni dari kotoran-kotoran syirik maka tauhidnya kepada Allah, serta ikhlasnya dalam mengucapkan "Laa ilaaha illallah" menjadi penyebab utama bagi kebahagiaan dirinya, serta menjadi penyebab bagi penghapusan dosa-dosa dan kejahatannya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam :
"Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, dan Muhammad adalah hamba dan utusanNya, dan kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam serta ruh daripadaNya, dan (bersaksi pula bahwa) Surga adalah benar adanya dan Neraka pun benar adanya maka Allah pasti memasukkannya ke dalam Surga, apapun amal yang diperbuatnya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Maksudnya, segenap persaksian yang dilakukan oleh seorang muslim sebagaimana terkandung dalam hadits di atas mewajibkan dirinya masuk Surga, tempat segala kenikmatan. Sekalipun dalam sebagian amal perbuatannya terdapat dosa dan maksiat. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
"Hai anak Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika menemuiKu dalam keadaan tidak menyekutukanKu sedikitpun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula." (HR. At-Tirmidzi dan Adh-Dhayya', hadits hasan)
Maknanya, seandainya engkau datang kepadaKu dengan dosa dan maksiat yang banyaknya hampir sepenuh bumi, tetapi engkau meninggal dalam keadaan bertauhid, niscaya aku ampuni segala dosa-dosamu itu.
Dalam hadits lain disebutkan:
"Barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, niscaya akan masuk Surga. Dan barangsiapa meninggal dunia (dalam keadaan) berbuat syirik kepada Allah, niscaya akan masuk Neraka." (HR. Muslim)
Hadits-hadits di atas menegaskan tentang keutamaan tauhid. Tauhid merupakan faktor terpenting bagi kebahagiaan seorang hamba. Tauhid juga merupakan sarana yang paling agung untuk melebur dosa-dosa dan maksiat.
C. MANFAAT TAUHID
Jika tauhid yang murni terealisasi dalam hidup seseorang, baik secara pribadi maupun jama'ah, niscaya akan menghasilkan buah yang amat manis. Di antara buah yang didapat adalah:
1. Memerdekakan manusia dari perbudakan serta tunduk kepada selain Allah, baik benda-benda atau makhluk lainnya:

Semua makhluk adalah ciptaan Allah. Mereka tidak kuasa untuk menciptakan, bahkan keberadaan mereka karena diciptakan. Mereka tidak bisa memberi manfaat atau bahaya kepada dirinya sendiri. Tidak mampu mematikan, menghidupkan atau membangkitkan.

Tauhid memerdekakan manusia dari segala perbudakan dan penghambaan kecuali kepada Tuhan yang menciptakan dan membuat dirinya dalam bentuk yang sempurna. Memerdekakan hati dari tunduk, menyerah dan menghinakan diri. Memerdekakan hidup dari kekuasaan para Fir'aun, pendeta dan dukun yang menuhankan diri atas hamba-hamba Allah.

Karena itu, para pembesar kaum musyrikin dan thaghut-thaghut jahiliyah menentang keras dakwah para nabi, khususnya dakwah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam . Sebab mereka mengetahui makna laa ilaaha illallah sebagai suatu permakluman umum bagi kemerdekaan manusia. Ia akan menggulingkan para penguasa yang zhalim dan angkuh dari singgasana dustanya, serta meninggikan derajat orang-orang beriman yang tidak bersujud kecuali kepada Tuhan semesta alam.

2. Membentuk kepribadian yang kokoh:

Tauhid membantu dalam pembentukan kepribadian yang kokoh. Ia menjadikan hidup dan pengalaman seorang ahli tauhid begitu istimewa. Arah hidupnya jelas, tidak mempercayai Tuhan kecuali hanya kepada Allah. KepadaNya ia menghadap, baik dalam kesendirian atau ditengah keramaian orang. Ia berdo'a kepadaNya dalam keadaan sempit atau lapang.

Berbeda dengan seorang musyrik yang hatinya terbagi-bagi untuk tuhan-tuhan dan sesembahan yang banyak. Suatu saat ia menghadap dan menyembah kepada orang hidup, pada saat lain ia menghadap kepada orang yang mati.
Sehubungan dengan ini, Nabi Yusuf Alaihissalam berkata:
"Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa?" (Yusuf: 39)

Orang mukmin menyembah satu Tuhan. Ia mengetahui apa yang membuatNya ridha dan murka. Ia akan melakukan apa yang membuatNya ridha, sehingga hatinya tenteram. Adapun orang musyrik, ia menyembah tuhan-tuhan yang banyak. Tuhan ini menginginkannya ke kanan, sedang tuhan lainnya menginginkannya ke kiri. Ia terombang-ambing di antara tuhan-tuhan itu, tidak memiliki prinsip dan keteapan.

3. Tauhid sumber keamanan manusia:

Sebab tauhid memenuhi hati para ahlinya dengan keamanan dan ketenangan. Tidak ada rasa takut kecuali kepada Allah. Tauhid menutup rapat celah-celah kekhawatiran terhadap rizki, jiwa dan keluarga. Ketakutan terhadap manusia, jin, kematian dan lainnya menjadi sirna. Seorang mukmin yang mengesakan Allah hanya takut kepada satu, yaitu Allah. Karena itu, ia merasa aman ketika manusia ketakutan, serta merasa tenang ketika mereka kalut.
Hal itu diisyaratkan oleh Al-Qur'an dalam firmanNya:
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (Al-An'am: 82)

Keamaan ini bersumber dari dalam jiwa, bukan oleh penjaga-penjaga polisi atau pihak keamanan lainnya. Dan keamanan yang dimaksud adalah keamanan dunia. Adapun keamanan akhirat maka lebih besar dan lebih abadi mereka rasakan.
Yang demikian itu mereka peroleh, sebab mereka mengesakan Allah, mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah dan tidak mencampuradukkan tauhid mereka dengan syirik, karena mereka mengetahui, syirik adalah kazhaliman yang besar.

4. Tauhid sumber kekuatan jiwa:

Tauhid memberikan kekuatan jiwa kepada pemiliknya, karena jiwanya penuh harap kepada Allah, percaya dan tawakkal kepadaNya, ridha atas qadar (ketentuan)Nya, sabar atas musibahNya, serta sama sekali tak mengharap sesuatu kepada makhluk. Ia hanya menghadap dan meminta kepadaNya. Jiwanya kokoh seperti gunung. Bila datang musibah ia segera mengharap kepada Allah agar dibebaskan darinya. Ia tidak meminta kepada orang-orang mati. Syi'ar dan semboyannya adalah sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam :

"Bila kamu meminta maka mintalah kepada Allah. Dan bila kamu memohon pertolongan maka mohonlah pertolongan kepada Allah." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)
Dan firman Allah Subhanahu wata'ala :
"Jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri." (Al-An'am: 17)

5. Tauhid dasar persaudaraan dan persamaan:

Tauhid tidak membolehkan pengikutnya mengambil tuhan-tuhan selain Allah di antara sesama mereka. Sifat ketuhanan hanya milik Allah satu-satunya dan semua manusia wajib beribadah kepadaNya. Segenap manusia adalah hamba Allah, dan yang paling mulia di antara mereka adalah Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.
D. MUSUH-MUSUH TAUHID
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
"Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh. Yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia)." (Al-An'am: 112)
Di antara hikmah dan kebijaksanaan Allah adalah menjadikan bagi para nabi dan du'at tauhid musuh-musuh dari jenis setan-setan jin yang membisikkan kesesatan, kejahatan dan kebatilan kepada setan-setan dari jenis manusia. Hal itu untuk menyesatkan dan menghalangi mereka dari tauhid yang merupakan dakwah utama dan pertama para nabi kepada kaumnya.
Sebab tauhid merupakan asas penting yang di atasnya dibangun dakwah Islam. Anehnya, sebagian orang berasumsi, dakwah kepada tauhid hanya akan memecah belah umat. Padahal justru sebaliknya, tauhid akan mempersatukan umat. Sungguh namanya saja (tauhid berarti mengesakan, mempersatukan) menunjukkan hal itu.
Adapun orang-orang musyrik yang mengakui tauhid rububiyah, dan bahwa Allah pencipta mereka, mereka mengingkari tauhid uluhiyah dalam berdo'a kepada Allah semata, dengan tidak mau meninggalkan berdo'a kepada wali-wali mereka. Kepada Rasulullah yang mengajak mereka mengesakan Allah dalam ibadah dan do'a, mereka berkata:
"Mengapa dia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan." (Shaad: 5)
Tentang umat-umat terdahulu Allah berfirman:
"Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengata-kan, 'Dia itu adalah seorang tukang sihir atau orang gila.' Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas," (Adz-Dzaariyaat: 52-53)
Di antara sifat kaum musyrikin adalah jika mereka mendengar seruan kepada Allah semata, hati mereka menjadi kesal dan melarikan diri, mereka kufur dan mengingkarinya. Tetapi jika mendengar syirik dan seruan kepada selain Allah, mereka senang dan berseri-seri. Allah menyifati orang-orang musyrik itu dengan firmanNya:
"Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sesembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (Az-Zumar: 45)
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
"Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja yang disembah. Dan kamu percaya apabila Allah diperseku-tukan. Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahabesar," (Ghaafir: 12)
Ayat-ayat di atas meski ditujukan kepada orang-orang kafir, tetapi bisa juga berlaku bagi setiap orang yang memiliki sifat seperti orang-orang kafir. Misalnya mereka yang mendakwahkan dirinya sebagai orang Islam, tetapi memerangi dan memusuhi seruan tauhid, membuat fitnah dusta kepada mereka, bahkan memberi mereka julukan-julukan yang buruk. Hal itu dimaksudkan untuk menghalangi manusia menerima dakwah mereka, serta menjauhkan manusia dari tauhid yang karena itu Allah mengutus para rasul.
Termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang jika mendengar do'a kepada Allah hatinya tidak khusyu'. Tetapi jika mendengar do'a kepada selain Allah, seperti meminta pertolongan kepada rasul atau para wali, hati mereka menjadi khusyu' dan senang. Sungguh alangkah buruk apa yang mereka kerjakan.






MACAM-MACAM TAUHID
Tauhid adalah mengesakan Allah Subhanahu wata'ala dengan beribadah kepadaNya semata. Ibadah merupakan tujuan penciptaan alam semesta ini. Allah Subhanahu wata'ala berfirman,
"Dan Aku (Allah) tidah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (Adz-Dzaariyaat: 56)
Maksudnya, agar manusia dan jin mengesakan Allah Subhanahu wata'ala dalam beribadah dan mengkhususkan kepadaNya dalam berdo'a.
Tauhid berdasarkan Al-Qur'anul Karim ada tiga macam:
1. TAUHID RUBUBIYAH

Yaitu pengakuan bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wata'ala adalah Tuhan dan Maha Pencipta. Orang-orang kafir pun mengakui macam tauhid ini. Tetapi pengakuan tersebut tidak menjadikan mereka tergolong sebagai orang Islam. Allah Subhanahu wata'ala berfirman,
"Dan sungguh, jika Kamu bertanya kepada mereka, 'Siapakah yang menciptakan mereka', niscaya mereka menjawab,'Allah'." (Az-Zukhruf: 87)

Berbeda dengan orang-orang komunis, mereka mengingkari keberadaan Tuhan. Dengan demikian, mereka lebih kufur daripada orang-orang kafir jahiliyah.

2. TAUHID ULUHIYAH

Yaitu mengesakan Allah Subhanahu wata'ala dengan melakukan berbagai macam ibadah yang disyari'atkan. Seperti berdo'a, memohon pertolongan kepada Allah, thawaf, menyembelih binatang kurban, bernadzar dan berbagai ibadah lainnya.

Macam tauhid inilah yang diingkari oleh orang-orang kafir. Dan ia pula yang menjadi sebab perseteruan dan pertentangan antara umat-umat terdahulu dengan para rasul mereka, sejak Nabi Nuh alaihissalam hingga diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam.

Dalam banyak suratnya, Al-Qur'anul Karim sering memberikan anjuran soal tauhid uluhiyah ini. Di antaranya, agar setiap muslim berdo'a dan meminta hajat khusus kepada Allah semata.
Dalam surat Al-Fatihah misalnya, Allah berfirman,
"Hanya Kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah Kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5)

Maksudnya, khusus kepadaMu (ya Allah) kami beribadah, hanya kepadaMu semata kami berdo'a dan kami sama sekali tidak memohon pertolongan kepada selainMu.
Tauhid uluhiyah ini mencakup masalah berdo'a semata-mata hanya kepada Allah, mengambil hukum dari Al-Qur'an, dan tunduk berhukum kepada syari'at Allah. Semua itu terangkum dalam firman Allah,
"Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku maka sembahlah Aku." (Thaha: 14)

3. TAUHID ASMA' WA SHIFAT

Yaitu beriman terhadap segala apa yang terkandung dalam Al-Qur'anul Karim dan hadits shahih tentang sifat-sifat Allah yang berasal dari penyifatan Allah atas DzatNya atau penyifatan Rasulullah Subhanahu wata'ala.

Beriman kepada sifat-sifat Allah tersebut harus secara benar, tanpa ta'wil (penafsiran), tahrif (penyimpangan), takyif (visualisasi, penggambaran), ta'thil (pembatalan, penafian), tamtsil (penyerupaan), tafwidh (penyerahan, seperti yang.banyak dipahami oleh manusia) .

Misalnya tentang sifat al-istiwa ' (bersemayam di atas), an-nuzul (turun), al-yad (tangan), al-maji' (kedatangan) dan sifat-sifat lainnya, kita menerangkan semua sifat-sifat itu sesuai dengan keterangan ulama salaf. Al-istiwa' misalnya, menurut keterangan para tabi'in sebagaimana yang ada dalam Shahih Bukhari berarti al-'uluw wal irtifa' (tinggi dan berada di atas) sesuai dengan kebesaran dan keagungan Allah Shallallahu'alaihi wasallam. Allah berfirman,
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Asy-Syuura: 11)
Maksud beriman kepada sifat-sifat Allah secara benar adalah dengan tanpa hal-hal berikut ini:
1. Tahrif (penyimpangan): Memalingkan dan menyimpangkan zhahirnya (makna yang jelas tertangkap) ayat dan hadits-hadits shahih pada makna lain yang batil dan salah. Seperti istawa (bersemayam di tempat yang tinggi) diartikan istaula (menguasai).

2. Ta'thil (pembatalan, penafian): Mengingkari sifat-sifat Allah dan menafikannya. Seperti Allah berada di atas langit, sebagian kelompok yang sesat mengatakan bahwa Allah berada di setiap tempat.

3. Takyif (visualisasi, penggambaran): Menvisualisasikan sifat-sifat Allah. Misalnya dengan menggambarkan bahwa bersemayamnya Allah di atas 'Arsy itu begini dan begini. Bersemayamnya Allah di atas 'Arsy tidak serupa dengan bersemayamnya para makhluk, dan tak seorang pun yang mengetahui gambarannya kecuali Allah semata.

4. Tamtsil (penyerupaan): Menyerupakan sifat-sifat Allah dengan sifat-sifat makhlukNya. Karena itu kita tidak boleh mengatakan, "Allah turun ke langit, sebagaimana turun kami ini". Hadits tentang nuzul-nya Allah (turunnya Allah) ada dalam riwayat Imam Muslim.
Sebagian orang menisbatkan tasybih (penyerupaan) nuzul ini kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ini adalah bohong besar. Kami tidak menemukan keterangan tersebut dalam kitab-kitab beliau, justru sebaliknya, yang kami temukan adalah pendapat beliau yang menafikan tamtsil dan tasybih.

5. Tafwidh (penyerahan): Menurut ulama salaf, tafwidh hanya pada al-kaif (hal, keadaan) tidak pada maknanya. Al-Istiwa' misalnya berarti al-'uluw (ketinggian), yang tak seorang pun mengetahui bagaimana dan seberapa ketinggian tersebut kecuali hanya Allah. Tafwidh (penyerahan): Menurut Mufawwidhah (orang-orang yang menganut paham tafwidh) adalah dalam masalah keadaan dan makna secara bersamaan. Pendapat ini bertentangan dengan apa yang diterangkan oleh ulama salaf seperti Ummu Salamah, Rabi'ah guru besar Imam Malik dan Imam Malik sendiri. Mereka semua sependapat bahwa, "Istiwa' (bersemayam di atas) itu jelas pengertiannya, bagaimana cara/keadaannya itu tidak diketahui, iman kepadanya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid'ah."